hati yang lembut dalam jiwa yang tegar

by : usman

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi,
datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak
seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua
yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil
segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba,
minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk
berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua
orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi
telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga
itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan
tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air
dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu,
Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu
mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak
muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam,
tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan
memang akan tetap sama.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah
yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat
kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita.
Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya
ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima
semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung
segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah
laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya
menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan
Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk
anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

 

 

* kiriman teman

April 29, 2007 Posted by | @ jiwa yg tegar | 1 Komentar

Sang Juara

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil 
balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak 
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap 

mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang 

begitulah peraturannya.
 
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk 
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah 
yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu 
untuk berpacu melawan mobil lainnya.
 
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana 
dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan 
mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu 
semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
 
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. 
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka 
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 
"pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur 
terpisah diantaranya.
 
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba 
dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya 
terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit 
kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
 
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai 
mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan 
cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya 
masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak 
mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun 
telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu 
juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima 
kasih."
 
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum 
piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti 
tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. 
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
 
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan 
untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada 
Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam 
mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan 
yang memenuhi ruangan.
 
 
Teman, anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita 
semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap 
ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap 
hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan 
semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang 
lainnya. Namun, Mark bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat 
menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau 
menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
 
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan 
untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita 
meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, 
menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada 
Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan 
mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, 
tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?
 

Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering 

lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah 
semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan 
kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan 
mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya 
yang shaleh.
 
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. 
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu 
semua. Amin
 
 

* kiriman teman

April 28, 2007 Posted by | @ jiwa yg tegar | Tinggalkan sebuah Komentar

ASAM URAT

GOUT atau penyakit asam urat, suatu penyakit yang sudah dikenal sejak masa Hippocrates, sering dinamakan sebagai “penyakit para raja dan raja dari penyakit” karena sering muncul pada kelompok masyarakat dengan kemampuan sosial-ekonomi tinggi sehingga dapat sering mengonsumsi daging (yaitu keluarga kerajaan pada zaman dahulu) serta karena menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Gout sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu gutta (tetesan) karena kepercayaan kuno bahwa penyakit ini disebabkan oleh luka yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi. 

GOUT adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan kaya purin. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat karena kadarnya yang tinggi. Gout ditandai dengan serangan berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan cedera pada ginjal.

Gout secara tradisional dibagi menjadi bentuk primer (90 persen) dan sekunder (10 persen). Gout primer adalah kasus gout di mana penyebabnya tidak diketahui atau akibat kelainan proses metabolisme dalam tubuh. Gout sekunder adalah kasus di mana penyebabnya dapat diketahui. Sekitar 90 persen pasien gout primer adalah laki-laki yang umumnya berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya terjadi setelah menopause. Diperkirakan bahwa gout terjadi pada 840 orang setiap 100.000 orang. Gout sangat terkait dengan obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, dan diabetes mellitus.

Penetapan diagnosis gout

Berdasarkan subkomite The American Rheumatism Association yang menetapkan kriteria diagnostik untuk gout adalah:

A. Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi.

B. Thopus terbukti mengandung kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi dan mikroskopik dengan sinar terpolarisasi.

C. 1) Lebih dari sekali mengalami serangan arthritis akut

2) Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari

3) Oligoarthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari 4)

4) Kemerahan di sekitar sendi yang meradang

5) Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau membengkak

6) Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal pertama

7) Serangan unilateral pada sendi tarsal (jari kaki)

8) Tophus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago artikular (tulang rawan sendi) dan kapsula sendi

9) Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL)

10) Pembengkakan sendi secara asimetris (satu sisi tubuh saja)

11) Serangan arthritis akut berhenti secara menyeluruh.

Diagnosis gout ditetapkan ketika didapatkan kriteria A dan/atau kriteria B dan/atau 6 hal atau lebih dari kriteria C.

Ketika terjadi serangan arthritis akut, penderita diberikan terapi untuk mengurangi peradangannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat analgesik/NSAID, kortikosteroid, tirah baring, atau dengan pemberian kolkisin.

Setelah serangan akut berakhir, terapi ditujukan untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kolkisin atau obat yang memacu pembuangan asam urat lewat ginjal (misal probenesid) atau obat yang menghambat pembentukan asam urat (misal allopurinol).

Pasien gout juga harus menghindari penggunaan obat yang dapat menaikkan kadar asam urat dalam darah. Contoh dari obat tersebut adalah diuretik, aspirin, dan niasin.

Terapi nonmedikamentosa

  • Kondisi yang terkait dengan hiperurisemia adalah diet kaya purin, obesitas, serta sering meminum alkohol. Purin merupakan senyawa yang akan dirombak menjadi asam urat dalam tubuh.

Alkohol merupakan salah satu sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal sehingga disarankan tidak sering mengonsumsi alkohol. Pasien juga disarankan untuk meminum cairan dalam jumlah banyak karena jumlah air kemih sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu pembuangan urat dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih.

Sejak dahulu masyarakat percaya bahwa konsumsi makanan tertentu dapat menimbulkan penyakit asam urat, misalnya jeroan, emping, dan bayam. Dengan demikian, banyak orang yang pernah menderita radang sendi, tanpa mengetahui penyebab radang sendinya, selalu berupaya menghindari makanan tersebut. Atau jika ingin mengonsumsi makanan tersebut, mereka meminum obat atau ramuan tradisional untuk menurunkan kadar asam uratnya.

Ada beberapa jenis makanan yang diketahui kaya purin, antara lain daging, baik daging sapi, babi, kambing, atau makanan dari laut (seafood), kacang-kacangan, bayam, jamur, dan kembang kol. Tenaga kesehatan umumnya selalu menyarankan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi makanan tersebut. Akan tetapi, sampai beberapa tahun yang lalu belum ada bukti nyata yang mendukung hal itu.

Pada tanggal 8 Maret 2004, NEJM memuat artikel hasil karya dr Choi dan rekannya yang berjudul Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men. Choi dan rekannya melakukan penelitian ini selama 12 tahun terhadap populasi tenaga kesehatan laki-laki di Amerika Serikat, yang meliputi dokter gigi, optometris, osteopath, ahli farmasi, podiatrist, dan dokter hewan. Populasi tersebut berusia antara 40 sampai 75 tahun pada tahun 1986, saat penelitian mulai dilakukan.

Choi dan rekannya melakukan pemeriksaan secara prospektif terhadap hubungan antara faktor risiko diet dan kasus gout baru. Mereka menggunakan kriteria gout berdasarkan American College of Rheumatology. Diet dari setiap responden dinilai ulang setiap empat tahun dengan menggunakan kuesioner.

Dari 47.150 responden selama 12 tahun penelitian diperoleh 730 kasus gout baru. Mereka menemukan peningkatan risiko gout ketika responden mengonsumsi daging atau seafood dalam jumlah banyak. Akan tetapi, tidak ditemukan peningkatan risiko gout ketika mengonsumsi protein hewani maupun nabati atau sayur-sayuran kaya purin dalam jumlah banyak. Tim tersebut juga menemukan bukti bahwa adanya hubungan terbalik yang kuat antara konsumsi produk susu, terutama yang rendah lemak, dan kejadian gout.

Tetap harus disadari bahwa penelitian ini bersifat observasional/pengamatan sehingga tim peneliti tidak dapat menyingkirkan kemungkinan adanya faktor lain yang belum diketahui yang berpengaruh terhadap hasil penelitian ini. Walaupun demikian, hasil penelitian ini cukup meyakinkan karena lamanya waktu pemantauan dan besarnya jumlah responden yang terlibat. Oleh karena itu, bagi para laki-laki disarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi daging dan seafood dalam jumlah banyak, serta lebih sering mengonsumsi produk susu, terutama yang rendah lemak.

Tubuh manusia adalah perwujudan mikro dari alam semesta. Ketika alam semesta rusak oleh keserakahan manusia, yang pada akhirnya menanggung segala akibatnya adalah manusia itu sendiri. Banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain hanyalah akibat dari keserakahan manusia. Tubuh dengan segala interaksinya juga mengajarkan kepada kita bahwa keserakahan/kerakusan pada akhirnya akan merusak diri kita sendiri. Oleh karena itu, mulai saat ini, cobalah untuk mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak berkekurangan agar kesehatan tubuh dapat terus terpelihara. Hidup tidak serakah, jiwa damai, tubuh sehat. Selamat mencoba. (*)

(Oleh : dr Juandy Jo Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)

April 28, 2007 Posted by | @ dr | 1 Komentar

Jangan Tidur Larut Malam !

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati! Jangan Tidur Larut Malam Para 
 dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia 
 kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 
 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati 
 (SGOT,SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui 
 positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua 
 orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati 
 (Liver  Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil 
 index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata 
 juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, 
 para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada 
 masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. 
 Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak 
 ada  jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian 
 kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang 
 menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan 
 menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati 
 sulit untuk disembuhkan. 

 Penyebab utama kerusakan hati adalah: 
 1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling 
     utama. 
 2. Tidak buang air di pagi hari. 
 3. Pola makan yang terlalu berlebihan. 
 4. Tidak makan pagi. 
 5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan. 
 6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat 
      pewarna, pemanis buatan. 
 7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan 
     minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski 
     menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. 
     Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi 
     penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit. 
 8. Mengkonsumsi masakan mentah/sangat matang juga menambah beban hati    
    Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur 
    yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan. 

  Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya 
 tambahan. Cukup

 atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan
dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita
dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna
sesuai dengan jadwalnya

Sebab:

 * Malam hari pk 9-11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun
(de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama
durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau
mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam
kondisi yang tidak santai, seperti misalnya mencuci piring atau
mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

* Malam hari pk 11 – dini hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian
hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

 * Dini hari pk 1-3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung
malam kondisi tidur.

 * Dini hari pk 3-5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan
terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini.
Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan,
maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.

 * Pagi pk 5-7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar
kecil.

 * Pagi pk 7-9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus
makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu
sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka
yang   ingin menjaga kesehatannya.

 Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini,
bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada
tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang
akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,
dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum
tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang
nyenyak dan jangan begadang!!!!

April 28, 2007 Posted by | @ dr | 1 Komentar

Check out my Slide Show!

April 12, 2007 Posted by | @ topeng | Tinggalkan sebuah Komentar

instruktur penerbang setelah isu pilot error

Rabu, 11 Apr 2007, Jawa Pos

Konsentrasi Buyar Gara-Gara Penumpang Cerewet
Tak mudah menjadi seorang penerbang. Akhir-akhir ini mereka kerap dituding sebagai “kambing hitam” sebuah kecelakaan pesawat. Seberapa berat beban mereka? Inilah pengakuan pilot yang juga instruktur sekolah penerbangan.
BAMBANG KURNIAWAN, JakartaANGKASA Bandara Halim Perdanakusuma kemarin siang dipayungi awan kelabu. Angin pun bertiup dengan kecepatan agak kencang. Namun, hal itu tak menghalangi Sigit Permadi untuk menerbangkan pesawat Cessna. “Ya, saya sudah siap-siap terbang menuju Bogor,” kata Sigit ramah.Sigit memang sudah berpengalaman menerbangkan pesawat berukuran mungil itu. Jebolan Sekolah Penerbang Curug, Kabupaten Tangerang, angkatan 56 ini biasa “mengajak jalan-jalan” pesawat jenis single maupun double engine. Tak heran, pilot yang menekuni karir sejak 2000 itu sudah mengantongi 800 jam terbang.Banyak suka duka yang dialami Sigit setelah tujuh tahun menjadi penunggang “burung besi”. Dia mengaku pernah menerbangkan Cessna mesin tunggal (single engine) dari Curug, menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang. Akibat beratnya medan, waktu tempuhnya yang mestinya 1 jam menjadi tiga jam.Menurut dia, saat itu di angkasa Purwakarta, Jawa Barat, terdapat awan hitam yang menghalangi pandangannya. Tentu saja, dirinya yang saat itu berada pada ketinggian 7.500 feet sangat kesulitan. Pesawat pun terjebak dalam liukan awan hitam itu. Belum lagi anginnya yang sangat kencang.“Saat angin mengarahkan pesawat ke atas, saya langsung menukikkan pesawat ke bawah. Ini saya lakukan agar pesawat tetap stabil,” kata instruktur Deraya Flying Club itu.Untunglah, beberapa saat kemudian, pesawat kembali stabil. “Tidak tahunya saya sudah muncul di atas Cirebon. Syukurlah, akhirnya selamat,” kata pria 31 tahun itu.Perjuangan yang harus dilaluinya memang berat. Tapi itulah ujian pertama yang paling berat sejak dirinya lulus sekolah penerbangan pada 2000. Sigit mengakui dunia penerbangan bukanlah hal sepele. Salah sedikit saja dapat berakibat fatal. Belum lagi, perawatan pesawat tak diperhatikan. “Ini menjadi malapetaka bagi penerbang,” katanya.Pengalaman awan hitam di langit Purwakarta bukan satu-satunya pengalaman yang tak terlupakan. Menurut dia, persoalan kecukupan bahan bakar pesawat juga harus diperhitungkan secara matang. Salah sedikit saja, fatal akibatnya.Pernah suatu ketika dia mengantar seorang bos kayu di Kalimantan Selatan. Di tengah perjalanan menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, hatinya degdegan bukan main. Akibat cuaca buruk, pesawat yang dia kemudian mengalami guncangan yang hebat. Akibatnya, waktu tempuh yang diperkirakan dua jam, ternyata molor. Bahan bakarnya pun melorot.

Pesawat Cessna double engine yang dikendalikannya pun oleng ke sebelah kiri. Pasalnya, ada angin besar ke arah depan pesawat (head wind) yang menyebabkan laju pesawat menjadi lamban.

Belum sampai lokasi tujuan, tangki bahan bakar di kanan pesawat kosong. Sedangkan tangki di sebelah kiri tinggal seperempatnya. Di tengah kegalauan itu, Sigit mencoba tetap tenang.

“Syukurlah, akhirnya kami selamat. Ternyata pesawat tetap dapat mendarat dengan bahan bakar tersisa,” katanya.

Dengan pengalaman itu, Sigit semakin memahami pentingnya perencanaan sebelum terbang. Dalam istilah penerbangan, langkah itu disebut flight planning. Intinya, harus bisa dikalkulasikan waktu tempuh dan kondisi cuacan. “Makin modern pesawatnya, maka peralatan teknologi survival-nya juga semakin menunjang,” katanya.

Dia juga punya pengalaman lucu saat mendapat order mengantar seorang karyawan perkebunan ke Kalimantan. Saat enak-enak mengudara, konsentrasinya melihat peta sempat buyar hanya gara-gara cerewetnya penumpang tersebut.

“Dia meminta ke sana kemari. Minta bolak-balik sehingga malah bikin kepala saya pusing. Padahal, bagi seorang pilot, konsentrasi itu sangat penting. Fatal akibatnya jika konsentrasi terganggu,” katanya seraya tersenyum.

Meski demikian, dia mengakui banyak penerbang pemula yang sering melakukan kesalahan fatal. Dia mencontohkan, penerbang muda banyak yang mengalami bounching (terpental). Keadaaan ini terjadi bila kecepatan pesawat pada saat landing masih cukup tinggi. “Pesawat bisa kembali meloncat ke udara.”

Kasus seperti mirip dengan kejadian yang menimpa Garuda Indonesia di Bandara Adisucipto, Jogja, beberapa waktu lalu. Pesawat sempat mendarat, terpental, namun mendarat kembali hingga saat berhenti harus keluar landasan.

Lantas, bagaimana dengan rute latihan terbang di langit Jakarta? Bukankah banyak gedung bertingkat dan padatnya lalu lintas udara? Dia mengakui, memang tidak semua wilayah ibu kota bisa diterbangi. Ada daerah-daerah terlarang. Namanya restricted area.

Ia mencontohkan daerah barat dan utara Jakarta yang banyak dilalui pesawat berbadan lebar di Bandara Soekarno-Hatta. Belum lagi helikopter yang hilir mudik dari dan ke Lippo Karawaci. “Pesawat latih lebih banyak melalui rute selatan Jakarta hingga Bogor.”

Berbicara masalah biaya sekolah penerbang, ternyata memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Di lembaga flying school seperti Deraya Flying School, untuk bisa belajar mengemudikan pesawat hingga mendapatkan izin membutuhkan biaya sekitar Rp 1,2 juta per jam. “Total waktu yang dibutuhkan sampai komplet sekitar 150 jam,” ujar Sigit. Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 180 juta.

Tapi, biaya tersebut belum seberapa dibandingkan jika ingin belajar mengemudikan helikopter. Sebab untuk belajar mengemudikan helikopter, biayanya mencapai Rp 6 juta per jam. “Sampai lulus membutuhkan 40 jam, sehingga total Rp 240 juta.” (bersambung)

April 11, 2007 Posted by | @ aviation | Tinggalkan sebuah Komentar

Cinta Seorang Ibu

 “Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan.Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Dan pada suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter.

Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.”

Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.”

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.” Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.

Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah.

Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan? Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Penulis : Wisnu Brata

Beranda @ KotaSantri.com

April 8, 2007 Posted by | @ paviliun | Tinggalkan sebuah Komentar

untuk para suami

Pernahkah kita meluangkan waktu sesaat untuk mendengar setiap cerita istri kita tentang kebahagiaannya, keresahannya, kesedihannya, dan kesulitannya hari ini ….? Pernahkah kita tahu apa keinginan istri kita, menawarinya …..untuk membelikan sesuatu yang diinginkannya….? Walau hanya sepotong kue atau setangkai mawar ……. ! Pernahkah kita melihat air mata yang selalu ia uraikan dalam tahajudnya, saat hatinya yang rapuh tersakiti oleh kata-kata dan tindakan kita, saat ia berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan kita…….? Istri kita bukan robot yang selalu tunduk dan patuh pada setiap keinginan kita…… Beri istri kita perhatian, wujudkan keinginannya dari sepeser rupiah yang telah kita usahakan……. Karena sesungguhnya sedekah yang paling utama adalah menafkahi dan memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak kita …….. 

April 6, 2007 Posted by | @ paviliun | 1 Komentar

Lelaki Sejati

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya.Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsanya.Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di
hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumahnya.
Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalannya.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada di balik itu.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupannya.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Qur’an, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

“Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu?”
Dialah teladan umat manusia, baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

Sumber : www.kotasantri.com

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

April 6, 2007 Posted by | @ paviliun | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.